Kabupaten Sleman adalah salah satu kabupaten di Propinsi D.I Yogyakarta. Memiliki luas wilayah 574,82 Km2 (18,10% dari luas Prop.DIY), terletak di lereng Selatan Gunung Merapi.
Sepertiga penduduknya bekerja di sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan sawah seluas 18,7 Km dan tegalan 58,54 Km. Sampai dengan saat ini Kabupaten Sleman merupakan daerah penghasil beras terbesar di DIY. Selain beras, Sleman merupakan pengahasil Salak Pondoh, komoditas sayuran, peternakan, perkebunan, perhutanan, dan perikanan untuk memasok kebutuhan D. I. Yogyakarta. Bukan hanya produk barang, pertanian di Sleman dikembangkan menjadi obyek pariwisata dalam bentuk agricultural tourism. Komoditas unggulan Kabupaten Sleman yang sedang berkembang saat ini adalah sebagai berikut :
SALAK PONDOH
Sleman merupakan sentra penghasil dan penelitian buah dan bibit Salak Pondoh. Terdapat 4.067.975 rumpun dengan produksi 266.938 Kw/Tahun. Selain buah dan bibit, diproduksi olahan salak dalam bentuk kripik, sirup, dan dodol. Disamping itu Kabupaten Sleman menghasilkan Salak Gading yang memiliki warna kuning gading nan eksotik dengan rasa manis sedikit masam. Jumlahnya 21.254 batang dengan produksi sebesar 1.379 Kw/Tahun. Sleman saat ini sedang mengembangkan salak varitas baru
![]() |
![]() |
| Salak Pondoh | Salak Madu |
Yang memiliki rasa manis luar biasa sehingga disebut dengan Salak Madu Jumlah salak istimewa ini baru sekitar 1.287 rumpun dan terus dikembangkan keseluruh kabupaten.
Kontak Person: Salak Pondoh :Suharno, (0274-547309); Sutrisno, (08562862621); Salak Madu : Mujono,Balerante, Wonokerto, Turi; Salak Gading : Iskandar (08122780412)
BERAS ORGANIK
Sleman memiliki padi varitas lokal yang beraroma wangi, bercitarasa gurih dan teksturnya pulen. Varitas ini respon terhadap pupuk organik, sehingga budidayanya tanpa menggunakan bahan kimia buatan. Varitas lokal ini dikenal dengan Menthik Wangi, Cempa, Ketan Kuthuk, Ketan Ireng, Raja Lele dan Hoing.
Kontak Person : Hadi Sunaryo (0274) 616987

Beras Organik
JAMUR
Lereng Merapi yang berhawa sejuk memproduksi jamur konsumsi maupun jamur obat. Jamur konsumsi yang berkembang adalah Jamur Kuping dan Jamur Tiram dengan produksi (kering) 42,2 ton / musim. Sedangkan jamur obat yang dikembangkan adalah Jamur Lingzhie. Sekarang terus dikembangkan baik varitas maupun jumlahnya, karena sumberdaya alam yang ada sangat mendukung.
Kontak Person : Agus, Sawungsari, Hargobinangun, Pakem ;
MELINJO
Tanaman melinjo mendominasi pekarangan di pedesaan. Di Kabupaten Sleman terdapat 361.184 batang dengan produksi 17.531 Kw/Tahun. Luas areal pekarangan yang dimanfaatkan tanaman ini mencapai 3604 Ha. Biji melinjo merupakan bahan baku emping melinjo.
Kontak Person : Murni, Jumeneng Cilik, Seyegan; Purwo Bandiyo, Gamol, Balecatur, gamping; Adi Martono, Gandu, Sendangtirto, Berbah.






