Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman

Profil UPT Sub Terminal Agribisnis

E-mail Print PDF

PROFIL UPT SUB TERMINAL AGRIBISNIS
DINAS PERTANIAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN SLEMAN


Nama   : UPT Sub Terminal Agribisnis Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman
Alamat  : Jl. Magelang Km 18, Lumbung Rejo, Tempel , Sleman
Telp/Fax : (0274) 867562

Struktur STA sebaga UPT secara resmi pada tahun 2006 sesuai Peraturan Bupati No.: 1/Per.Bup/2009dan terisi struktur kepengurusannya pada tahun 2007, kemudian ada pembaharuan menjadi Peraturan Bupati No.: 61/Per.Bup/2010 dengan susunan sebagai berikut:

Kepala UPT : Liem Astuti, SP, MSi

Kasubag Tata Usaha : Joko Dwi Haryadi, SP

Staf :

  1. Dody Welianto
  2. Eko Sugianto Ngadirin, SP
  3. Endar Sumiarsih, SP
  4. Bambang Riyadi, SE
  5. Suharyono

Tenaga honorer : Attari

KEGIATAN PENGEMBANGAN

UPT SUB TERMINAL AGRIBISNIS TAHUN 2010


I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pelaksanaan otonomi daerah memberikan peluang dan tantangan untuk meningkatkan pelayanan dan mengakomodasi aspirasi masyarakat serta mendayagunakan potensi daerah. Oleh karena itu pembangunan ekonomi di Kabupaten Sleman lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dengan mengaplikasikan teknologi terapan dan mengembangkan sarana dan prasarana perekonomian masyarakat berdasarkan potensi wilayah.

Potensi daerah yang cukup prospektif di Kabupaten Sleman adalah sektor pertanian. Pembangunan Pertanian yang berorientasi kepada sistem agribisnis telah menjadi suatu tuntutan logis dari pembangunan perekonomian negara secara keseluruhan. Perkembangan permintaan terhadap produk pertanian telah semakin beragam mulai dari keragaman jenis, peningkatan mutu, kontinuitas jumlah, kesesuaian tempat dan waktu, keragaman kemasan, sistem pengangkutan, mekanisme pasar dan sebagainya.

Salah satu langkah pengembangan agribisnis di Kabupaten Sleman dilakukan melalui pembangunan Terminal Agribisnis yang diharapkan dapat memperlancar proses pemasaran melalui perbaikan sistem informasi/mekanisme pasar.

Agribisnis merupakan suatu sistem yang saling terkait dari hulu sampai dengan hilir. Subsistem yang ada hanya dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh layanan subsistem pendukung. Pemahaman akan subsistem dalam agribisnis menjadi sangat penting karena berkaitan dengan proses pembentukan nilai tambah dari suatu komoditas.

Konsep agribisnis dikenal sebagai manajemen pertanian modern yang menitikberatkan pada segi produktifitas dan efisiensi. Oleh karena itu, agribisnis telah direkomendasikan sebagai langkah yang tepat untuk memperbaiki tingkat pendapatan petani walaupun dalam penerapannya sering dihadapkan pada hambatan berupa masih rendahnya kualitas sumber daya manusia, lemahnya manajemen, terbatasnya modal, unit produksi yang terletak secara tersebar dengan luas lahan yang relatif sempit.

Berdasarkan permasalahan tersebut maka pada tahun 2002  Pemerintah Kabupaten Sleman melalui dana APBN dan APBD membangun Sub Terminal Agribisnis sebagai salah satu bentuk pengembangan usaha pertanian untuk dapat mengoptimalkan potensi komoditas unggulan yang dimiliki disamping dilaksanakannya perbaikan terhadap sistem informasi yang dimiliki untuk mempermudah akses pasar.

Untuk saat ini disamping fungsi utama dari Sub Terminal Agribisnis yaitu pada peningkatan kelancaran dan memperluas pemasaran komoditas agribisnis, memperlancar sistem informasi dan promosi, peningkatan potensi produksi dan prospek peluang usaha sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan asli daerah juga mulai ditekankan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui pembangunan agrowisata yang mengakomodir konsep integrasi antara komoditas hortikultura dan budidaya peternakan.

B. Tujuan Kegiatan

Tujuan yang ingin dicapai adalah

  1. Meningkatkan potensi produksi komoditas Pertanian dan prospek peluang usaha
  2. Meningkatkan kelancaran dan memperluas pemasaran komoditas Pertanian
  3. Menyediakan data base agribisnis.
  4. Meningkatkan kemudahan pembinaan mutu hasil pertanian, perikanan dan kehutanan
  5. Meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah

C. Arah Investasi

Arah investasi yang sedang dikembangkan adalah  :

  1. Menyediakan tempat transaksi, pelelangan, penyimpanan, sortasi dan pengemasan produk pertanian, perikanan dan kehutanan.
  2. Menyediakan pusat informasi pasar
  3. Gerai/outlet produk pertanian, perikanan dan kehutanan
  4. Menyediakan rest area
  5. Pengembangan Agrowisata
  6. Meyediakan fasilitas pendukung lainnya.

II. FUNGSI SUB TERMINAL AGRIBISNIS

Pembangunan Sub Terminal Agribisnis adalah sarana usaha untuk dapat mengakomodasi berbagai kepentingan pelaku agribisnis. Fungsi Terminal Agribisnis dapat dibagi 4 kelompok besar, yaitu :

1. Tempat transaksi dan jual beli

Sebagai tempat transaksi dan jual beli, Sub Terminal Agribisnis berfungsi sebagai:

  • menyediakan tempat yang memadai bagi produsen dan konsumen untuk transaksi hasil komoditas pertanian secara berkelanjutan
  • sebagai jalur distribusi produksi pertanian
  • meningkatkan pendapatan petani produsen serta memberikan kemudahan, kenyamanan dan perlindungan konsumen.
  • Pusat kegiatan penangan pasca panen (sortasi, grading, pengepakan dan cold storage)

2. Tempat informasi

Sebagai tempat informasi, Sub Terminal Agribisnis berfungsi sebagai :

  • sebagai pusat informasi bagi produsen dan konsumen mengenai volume, macam, dan waktu ketersediaan.komoditas yang ditawarkan
  • sebagai wadah / forum komunikasi antara kelompok petani dan produsen
  • sebagai sekretariat asosiasi-asosiasi pertanian

3. Tempat pendidikan

Sebagai tempat pendidikan, Sub Terminal Agribisnis berfungsi sebagai :

  • Tempat pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian, pengelolaan, pemasaran dan manajemen.
  • Tempat magang bagi masyarakat untuk mengetahui proses kegiatan pemasaran

4.Tempat pariwisata

Sebagai tempat pariwisata, Sub Terminal Agribisnis berfungsi sebagai :

  • Rest area
  • Tempat pameran hasil pertanian sebagai wahana promosi
  • Agrowisata

III. RENCANA OPERASIONAL OPTIMALISASI KEBUN

A. Kondisi Eksisting

Sub Terminal Agribisnis yang berlokasi di Desa Lumbungrejo Kecamatan Tempel ini memiliki luas ± 3,3 Ha dan sampai saat ini sudah terdapat beberapa bangunan yang mengisi seperti kantor, gudang dan los pelelangan dengan total luasan ± 826 m² serta tanaman buah-buahan berupa tanaman buah naga sebanyak 800 tiang dan jambu dalhari sebanyak 70 batang dengan luas lahan tertanami seluas ± 12.000 m².

Pemilihan buah naga didasari bahwa buah naga (Dragon Fruit) adalah tanaman dengan jenis kaktus yang merupakan buah eksotis dan ekslusif dengan permintaan pasar yang masih sangat prospektif. Permintaan buah naga untuk pasaran lokal menjadi semakin meningkat dengan dikenalnya buah naga yang memiliki penyembuhan beberapa penyakit bahkan menjadi buah herbal dimana konsumen mengkonsumsi untuk menjaga kesehatan. Tanaman buah naga adalah tanaman musiman dimana mulai berbuah pada bulan Nopember dan berakhir bulan April. Tanamn ini sangat cocok ditanam pada lahan yang curah hujannya rendah tapi memiliki pengairan. Tanah yang mengandung humus dan berpasir serta solum tanah yang dalam (> 60 cm) adalah media yang sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman. Kondisi ini dapat dipenuhi untuk lahan yang dimiliki Sub Terminal Agribisnis. Inilah alasan yang mendasari  pemilihan buah naga sebagai salah satu tanaman yang dikembangkan di Sub Terminal Agribisnis disamping nilai ekonomi yang cukup tinggi pada buah naga yang diharapkan akan dapat memenuhi target Pendapatan Asli Daerah yang telah ditetapkan.

Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan lahan Sub Terminal Agribisnis, lahan sela antara tanaman buah naga telah ditanami berbagai jenis tanaman sayuran seperti sawi, selada, kacang panjang, kacang tanah dan berbagai jenis sayuran lain. Pemanfaatan lahan sela ini dimaksudkan untuk mendayagunakan fungsi lahan sebelum tajuk tanaman buah naga tumbuh besar dan menutup sinar matahari langsung disamping berfungsi untuk mengurangi pertumbuhan gulma sehingga dapat menghemat biaya pemeliharaan.

B. Rencana Pengembangan

Pengembangan tanaman buah-buahan di kebun Sub Terminal Agribisnis merupakan bentuk dari manifestasi integrated farming yang berusaha mendayagunakan kebun Sub Terminal Agribisnis sebagai kebun eksklusif  yang dikemas untuk wisata edukatif dengan penyajian yang informatif terutama tentang produk-produk hortikultura dan peternakan.

Tanaman buah-buahan yang dipilih untuk optimalisasi pemanfaatan kebun disamping buah naga dan jambu dalhari adalah kelengkeng, srikaya, durian, duku dan alpokat. Jenis buah-buahan tropis ini dipilih karena disesuaikan dengan kondisi lahan yang dimiliki  disamping nilai ekonomi buah-buahan tersebut yang diharapkan dapat dikemas menjadi kebun buah yang ekslusif.

Manifestasi integrated farming yang berusaha mendayagunakan kebun Sub Terminal Agribisnis merupakan integrasi dari kebun buah-buahan dan peternakan yaitu pengembangan domba. Budidaya ternak domba secara baik diharapkan akan menghasilkan ternak-ternak yang berkualitas guna meningkatkan produksi dan kualitas daging. Ruang lingkup pengelolaan budidaya domba meliputi sarana, proses produksi, dan pelestarian lingkungan. Oleh karena itu pengembangan klerecede sebagai tanaman pendukung untuk penyediaan pakan domba juga tetap akan dibudidayakan.

Dengan melihat kondisi tersebut tentu saja dibutuhkan dana yang cukup besar sehingga diperlukan kerjasama  semua pihak untuk dapat mewujudkan Sub Terminal Agribisnis agar sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Last Updated ( Selasa, 15 Juni 2010 11:20 )  
Minggu, 01 Agustus 2010 16:38:55

Agenda Terbaru

Harga Pasar di Sleman

Jenis Harga
I PADI PALAWIJA
Gabah kering giling IR 64 = Rp 2.950/kg

Beras Cisedane
=
Rp 5.405/kg
Beras IR64 (kw 2) = Rp 5.436/Kg
Beras Mentik = Rp 6.284/Kg
Jagung Pipil kuning kering = Rp 2.692/Kg
Jagung Pipil Putih = Rp 3.002/kg
Kedelai Putih Wose kering = Rp 6.005/Kg
Kedelai Hitam kering = Rp 8.481/kg
Kacang Tanah Wose kering = Rp 13.434/Kg
Kacang tanah polong = Rp 5.980/kg
Kacang Hijau Wose kering = Rp 9.936/Kg
Kacang tolo = Rp 7.669/kg
Ubi Jalar Umbi Basah
= Rp 2.559/Kg
Ubi Kayu Umbi Basah
= Rp 1.627/Kg
II SAYUR-MAYUR
Bayam = Rp 3.559/kg
Kangkung = Rp 3.314/kg
Kacang panjang
= Rp 4.450/kg
Terong = Rp 4.105/kg
Jipang = Rp 3.834/kg
Sawi = Rp 3.793/kg
Pare = Rp 3.927/kg
Ketimun = Rp 2.609/kg
Cabe Merah
= Rp 25.977/Kg
Cabe Rawit = Rp 25.104/kg
Bawang merah
= Rp 13.241/Kg
Bawang putih
= Rp 21.594/kg
Kobis = Rp 6.432/kg
Kentang = Rp 6.078/kg
Wortel = Rp 6.321/kg
Loncang = Rp 5.674/kg
Tomat = Rp 7.294/kg
Buncis = Rp 4.979/kg
Kubis Bunga = Rp 8.449/kg
Jamur Kuping Kering = Rp 51.458/kg
Jamur Tiram Basah = Rp 10.208/kg
III BUAH-BUAHAN
Jeruk = Rp 8.991/kg
Mangga = Rp 8.531/kg
Rambutan = Rp -/kg
Durian = Rp -/kg
Alpokat = Rp 8.500/kg
Kelengkeng = Rp 13.500/kg
Nanas = Rp 3.531/kg
Pisang Ambon sisir sedang = Rp 6.480/kg
Pisang kepok sisir sedang = Rp 6.214/kg
Semangka = Rp 3.775 /kg
Sawo = Rp 4.130/kg
Pepaya = Rp 3.816/kg
Sirkoyo = Rp 3.500/kg
Manggis = Rp 6.250/kg
Salak Pondoh = Rp 7.033/kg
Salak Gading = Rp 6.167/kg
VI DAGING & TELUR
Daging Sapi
= Rp 60.000/Kg
Daging kerbau = Rp 60.000/kg
Daging Kuda = Rp 45.000/kg
Daging kambing = Rp 60.000/kg
Daging Ayam Boiler/ras
= Rp 22.000/Kg
Daging Ayam Kampung = Rp 25.000/Kg
Telur Ayam Boiler/ras = Rp 11.800/Kg
Telur Ayam Kampung = Rp 1.000/Butir
Telur Itik = Rp 1.100/Butir
Telur Puyuh = Rp 170/butir
Susu Sapi perah = Rp 5.000/lt
Susu kambing PE = Rp 25.000/lt
V IKAN
Kembung Sedang = Rp 15.000/Kg
Bandeng Besar = Rp 20.000/Kg
Udang Sedang = Rp 32.000/Kg
Lele Sedang = Rp 12.500/Kg
Nila Hitam Sedang = Rp 15.000/Kg
Lokasi
TPH : Pasar Prambanan,  Godean, Gamping, Pakem, Sleman, Depok
Ikan : Pasar Colombo, Gejayan
Ternak : Pasar Sleman

Harga Pasar D.I.Yogyakarta

Prakiraan Cuaca

Yogyakarta, Indonesia
Suhu: N/A
Suhu Terasa: N/A
Kelembaban: N/A
Kecepatan Angin: N/A
Arah Angin: N/A
Tekanan Udara: N/A
Prakiraan Lengkap
You are here: Home Pelayanan Publik UPTD Sub Terminal Agribisnis

Berita Terbaru

Berita Favorit

Jajak Pendapat

Data / Informasi apa yang Anda butuhkan dalam website ini ?